Berbagai Macam Keajaiban Di GUNUNG GEDE PANGRANGO

Diposting pada
GUNUNG GEDE PANGRANGO

Ketika berbicara tentang pariwisata, ada banyak tempat wisata menarik di Indonesia yang harus kita kunjungi. Jika Anda senang dengan pendakian gunung, pasti nama Gunung Gede Pangrango tidak asing lagi. Gunung ini terletak berdekatan dengan dua kota besar yaitu Jakarta dan Bandung, Jawa Barat. Bagi pemula yang baru belajar trekking, Gunung Gede bisa menjadi tujuan yang sangat cocok. Level lintasan untuk mendaki gunung ini sedang, tidak terlalu sulit atau curam.

Di jalur pendakian Gunung Gede ada juga air terjun yang indah bernama Curug Cibeureum. Di sini kita bebas bermain air sambil menikmati pemandangan betapa indahnya air terjun ini dan merasakan kesegaran alam di kaki pegunungan Gede Pangrango.

Gunung ini pertama kali diresmikan pada tahun 1980. Kondisi alam gunung ini cukup unik dan memiliki karakter tersendiri, tidak heran jika tempat ini dijadikan tempat penelitian oleh para peneliti. Selain unik, gunung ini juga menyimpan beragam ekosistem seperti Savana, Sub Alpin, Montana, Sub Montana, Rawa, dan Danau. Sub Montana adalah salah satu jenis ekosistem di mana terdapat berbagai jenis pohon besar dan tinggi. Sub Alpin adalah salah satu jenis ekosistem di mana terdapat hamparan rumput yang luas.

Selain kaya akan flora, daerah ini juga kaya akan fauna. Fauna yang cukup beragam yang dapat ditemukan di wilayah ini adalah burung. Dimana jenis burung yang ada di gunung ini mencapai 251 spesies. Beberapa spesies burung langka juga dapat ditemukan di wilayah ini, seperti Burung Hantu dan Elang Jawa.

Fasilitas pendukung di Gunung Gede Pangrango termasuk fasilitas informasi dan infrastruktur seperti Wisma Cinta Alam (WCA) dan Pusat Informasi. Selain itu dilengkapi dengan naungan dan gazebo, fasilitas akomodasi seperti penginapan berupa losmen dan hostel, toko cinderamata, toilet, dan musola.

Keindahan Gunung Gede Pangrango

Banyak objek wisata menarik yang bisa kita nikmati ketika akan melalui pendakian ke puncak Gunung Gede. Salah satunya adalah Surya Kencana yang merupakan ladang luas di mana bunga edelweiss tumbuh. Selain itu, kami juga melewati tanjakan yang dikenal sebagai Demon Slope. Tanjakan ini curam, agak ekstrem dan membutuhkan energi dan konsentrasi ekstra untuk melewatinya. Tapi jangan khawatir, karena tali anyaman telah disediakan untuk pegangan sehingga bisa naik.

Tidak kalah unik, di jalur pendakian ini kita bisa menemukan pos air panas yang berada di jalur yang sedikit menurun. Pendaki diharapkan berhati-hati karena lintasannya licin dan panas. Tidak hanya itu, di sisi kanan jalur ini ada jurang yang cukup di tempat air panas jatuh kembali ke tebing.

Setelah melewati pos air panas, kita akan disuguhi pemandangan sejuk 3 air terjun eksotis. Selain itu ada juga nama yang disebut Lembah Mandalawangi yang menawarkan keindahan, ketenangan dan menyegarkan mata saat dikunjungi di siang hari.

Selanjutnya di pos pendakian terakhir kita akan menemukan kandang badak yang biasanya digunakan oleh pendaki untuk mendirikan tenda. Mereka dapat beristirahat, makan, berdoa dan sebagainya di area ini. Daerah ini ditumbuhi pohon-pohon rindang dan udaranya sangat sejuk. Jadi sangat cocok digunakan sebagai persinggahan terakhir sebelum mencapai puncak gunung. Di sini ada juga penduduk lokal yang menjual makanan dan minuman.

Selanjutnya ada danau yang indah dengan air biru yang dikenal sebagai Telaga Biru. Setelah melalui Telaga Biru, kita akan melihat Puncak Gunung Gede Pangrango. Di puncak gunung ini, pendaki dapat menikmati keindahan Kawah Ratu dan Kawah Wadon.

Berburu foto di Gunung Gede Pangrango

Bunga Edelweis di Surya Kencana sangat indah, sayang jika tidak ditangkap dengan jepretan kamera. Pada dasarnya semua tempat wisata di jalur pendakian ke puncak Gunung Pangrango sangat berfoto. Dari air terjun Cibeureum, Telaga Biru, Kawah Ratu ke puncak Gunung Gede Pangrango itu sendiri yang begitu tinggi.

Selain itu, pemandangan senja Gunung Gede Pangrango sangat menarik untuk difoto. Senjata itu merah dan indah, dikelilingi oleh pohon-pohon besar dan pemandangan alamnya masih sangat alami. Tentunya berbeda dengan senja yang biasa ditemukan di daerah pegunungan lainnya.

Lokasi Akses ke Gunung Gede Pangrango

Lokasi wisata Gunung Gede Pangrango ada di tiga kabupaten, yaitu Bogor, Cianjur dan Sukabumi. Untuk menuju Gunung Gede bisa menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan umum. Untuk rute transportasi umum dari Terminal Kampung Rambutan, gunakan bus ke Bogor. Kemudian turun di perempatan Cibodas. Dari perempatan Cibodas ini Anda dapat menggunakan transportasi umum. Departemen menuju ke tempat PHPA (Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam) Taman Nasional Gunung Gede Pangrango untuk melaporkan keinginan kita untuk mendaki.

Untuk mendaki Gunung Gede ada tiga rute resmi, yaitu Cibodas, Gunung Putri dan Selabintana. Lebih baik mengambil jalur Cibodas karena jarak ke puncak Gunung Gede Pangrango lebih pendek dari dua jalur lainnya. Setelah melaporkan di PHPA, kita akan berjalan mengikuti jalan aspal dan tiba di pintu Gerbang Kebun Raya Cibodas. Dari gerbang, belok kanan dan ikuti jalan hingga Anda tiba di Area Pintu Masuk Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Dari pintu masuk ini, perjalanan kami dimulai menuju Puncak Gede Pangrango.

Aturan Pendakian untuk Gunung Gede Pangrango

Jika Anda berencana untuk mendaki puncak saya di Gunung Gede Pangrango, ada beberapa aturan yang perlu Anda ketahui. Sehingga perjalanan Anda akan berjalan dengan baik tanpa mengalami hambatan yang tidak diinginkan, tentunya. Berikut beberapa aturan yang harus diikuti ketika mendaki ke Puncak Gunung Gede Pangrango:

• Pendaki diharuskan melapor ke petugas masuk dan keluar

• Jangan memberi makan hewan

• Jangan membawa hewan atau menanam tanaman ke lokasi

• Dilarang berjalan di luar jalur yang ditentukan

• Jangan melakukan hal-hal yang berpotensi memicu kebakaran

• Jangan merusak / memetik tanaman di lokasi

• Dilarang membawa alat musik dan radio

• Jangan buang sampah sembarangan

• Dilarang mencoret-coret fasilitas dan infrastruktur di lokasi

Tips liburan di Gunung Gede Pangrango

• Persiapkan kesehatan fisik saat mendaki. Untuk dapat mendaki Gunung Gede, diperlukan Sertifikat Kesehatan dari Klinik Edelweis.

• Bawa kantong sampah untuk dibuang dan tempat sampah dibuang di luar kawasan taman nasional. Membuang sampah di dalam kawasan gunung bisa dikenai sanksi.

• Kenakan sepatu yang nyaman untuk panjat.

• Bawalah keperluan pribadi seperti jaket, obat-obatan, tenda lengkap dengan bingkai, lampu senter, jas hujan, kasur, makanan dan minuman secukupnya.

Jika Anda berada di kota Jakarta atau Bandung, jangan lewatkan untuk mendaki Gunung Gede Pangrango. Selain jalur pendakian yang cukup mudah, objek wisata juga menarik. Tentunya itu akan menjadi pengalaman mendaki gunung yang tak terlupakan dan tak terlupakan jika kita pergi ke Gunung Gede Pangrango.

Itulah pembahasan mengenai Berbagai Macam Keajaiban Di GUNUNG GEDE PANGRANGO. Semoga bermanfaat ya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *